STTIAA Tutup Perkuliahan Dengan Natal Bersama

Pacet, CNICOM – Seiring dengan bulan Desember yang identik dengan natal, Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah (STTIAA) Pacet Mojokerto menutup masa perkuliahan Semester Ganjil Tahun Ajaran 2019/2020 dengan natal bersama.  Adapun ibadah tutup semester dan natal tersebut dilaksanakan di Kapel STTIAA (2/12).

Foto bersama Yayasan, Dosen dan Mahasiswa usai penutupan semester dan natai

Rangkaian acara yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut dipandu oleh Wakil Ketua Bidang Akademik STTIAA, Dr. Ana Budi Kristiani. Laiknya acara yang dihelat di lembaga pendidikan  tinggi teologi, selain laporan akademik dan sambutan, acara juga diisi dengan doa, pujian dan khotbah.

Khotbah disampaikan langsung oleh Ketua STTIAA  Pdt. Dr. Rei Ruben Barlian. Dalam khotbah yang disampaikannya, Pdt. Rei menyatakan bahwa dalam perjalanan pembentukan  di STTIAA maupun pelayanan kelak, tantangan dan kesulitan merupakan bagian yang tidak mungkin dipisahkan. Namun walau demikian, ia menyatakan bahwa Tuhan akan senantiasa menolong dan menyertai hingga semua berjalan dengan baik.

Mencoba meilihat dari sisi lain, di tengah tantangan yang akan dihadapi dalam pelayanan, perwakilan Yayasan STTIAA Pdt (Em) Antonia, M.K. menyatakan seyogyanya mahasiswa mahasiswi STTIAA mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Tanpa melakukan hal tersebut, mereka akan mengalami kesulitan dalam pelayanan yang semakin penuh dengan tantangan.

Pada bagian lain Emeritus Pendeta jemaat GKA Elyon yang memiliki spesialisasi dalam pengembalaan dan konseling ini juga menyatakan, “Kalian harus serius dalam pembentukan di STTIAA. Gunakan waktu sebaik mungkin, jangan pernah main-main, karena kalian didukung oleh doa dan kontribusi banyak orang yang mencintai Tuhan. Jangan sia-siakan harapan mereka dan juga kerinduan kami semua untuk melihat kalian dipakai Tuhan dalam pelayanan.”

Berdasarkan pengamatan christianitynewsindonesia.com, apa yang disampaikan oleh Ketua STTIAA dan Pdt. Antonia tersebut didasarkan pada kondisi lapangan. Hingga saat ini lembaga pendidikan tinggi teologi yang memiliki 3 program studi terakreditasi BAN PT persebut telah meluluskan ratusan tenaga pelayanan yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Mereka tersebar di gereja, sekolah, lembaga pelayanan bahkan beberapa berkarya di lembaga pemerintahan dengan jangkauan lebih luas.

Dalam rangka ini, sebagaimana laporan akademik yang disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Akademik, STTIAA selalu berusaha mengupgrade jajaran dosen dan pembina agar dapat memberikan materi pembelajaran kepada mahasiswa sesuai dengan kebutuhan lapangan. Proses upgrading tersebut dilakukan dengan mengikuti berbagai bentuk pelatihan dan seminar.

 Selain itu, dalam rangka memberikan bekal yang memadai bagi mahasiswa agar memahami berbagai bidang kehidupan, dalam proses pembelajaran, STTIAA melibatkan beberapa dosen di luar disiplin ilmu teologi dan pendidikan Kristen. Bahkan beberapa diantaranya mengambil studi formal di bidang lain. Bidang tersebut diantaranya bidang manajemen, hukum, ekonomi dan ilmu komunikasi.

Masih dalam rangka memperlengkapi mahasiswa, STTIAA melatih mahasiswa dengan berbagai bentuk ketrampilan baik ketrampilan pelayanan maupun ketrampilan hidup lainnya. Beberapa diantarnaya seperti paduan suara, pertanian organik, pertukangan dan praktik mengajar lapangan melalui les kepada siswa di sekitar STTIAA dan juga praktik mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di beberapa SD, SMP dan SMA di sekitar STTIAA (Iyo/Foto. Dok STTIAA, CNICOM).

You may also like...