Mengejutkan ! Hanya 46, 5 Persen Yang Paham Istilah Amanat Agung

Surabaya, CNICOM – Ada beberapa hal menarik dari penyampaian hasil survei Bilangan Research  Center (BRC) mengenai pemuridan dan amanat agung yang dihelat di GKI Residen Sudirman Senin kemarin (2/12). Salah satunya adalah rendahnya responden yang memahami dan dapat menjelaskan pengertian amanat agung Tuhan Yesus Kristus. Dari total 5765 yang menjawab pertanyaan bertajuk pemahaman terhadap istilah Amanat Agung,  ternyata hanya 46,5 persen yang sangat memahami dan dapat menjelaskan apa yang dimaksud dengan Amanat Agung.

Jawaban terkait dengan pemahaman terhadap amanat agung menurut Matius 28:19-20 tersebut merupakan jawaban dengan prosentase tertinggi diantara 4 jawaban pilihan yang disampaikan kepada responden. Dari total 100 persen jawaban 5765 responden tersebut, jawaban sedikit paham menempati urutan kedua dengan penjawab 38,2 persen. Selanjutnya disusul dengan jawaban pernah mendengar – tidak tahu artinya sebanyak 10,4 persen dan sebanyak 4,8 persen menyatakan belum pernah mendengar.

Jika dirinci berdasarkan peran di gereja, dari 264 pendeta dan gembala jemaat, hanya 83,3 persen yang menjawab sangat memahami istilah Amanat Agung. Hasil ini menunjukkan sebanyak 16,7 persen pendeta dan gembala jemaat tidak terlalu memahami bahkan tidak paham sama sekali tentang Amanat Agung. Secara rinci terhadap hal tersebut data menunjukkan 10,6% menjawab sedikit paham, 4,5 persen menjawab pernah mendengar tapi tidak tahu artinya dan 1,5 persen menyatakan belum pernah mendengar sama sekali.

“Ironis bukan, hamba Tuhan dan gembala jemaatpun ada yang kurang memahami Amanat Agung Tuhan Yesus. Yang lebih mengagetkan ada 4,5 persen yang pernah mendengar tapi tidak paham dan 1,5 persen belum pernah mendengar sama sekali. Gimana jemaatnya kalau begitu,” Ungkap Kresnayana Yahya dari Bilangan Research Center (BRC).

Semantara itu di kalangan responden majelis, penatua dan pimpinan awam jemaat, hasil survei menunjukkan 69,9 persen menjawab sangat memahami dan dapat menjelaskan istilah Amanat Agung. Sementara sisanya menjawab sedikit paham sebanyak 25 persen, 3,5 persen menjawab pernah mendengar tapi tidak memahami maknanya dan sisanya menjawab belum pernah mendengar.

Di kalangan jemaat, hasil survei menunjukkan, jemaat yang hanya sedikit paham Amanat Agung menempati prosentase tertinggi mengalahkan jemaat yang sangat paham dan dapat menjelaskan. Prosentase menunjukkan jemaat yang sedikit paham unggul 1,9 persen di atas jemaat yang sangat paham dan dapat menjelaskan yang mencapai 40,3 persen. Sementara 11,9 persen menjawab pernah mendengar tapi tidak memahami artinya. Sisanya, sebanyakj 5,5 persen menjawab tidak tahu.

Dari sisi aliran gerejawi yang dibagi oleh BRC menjadi gereja beraliran mainstream (Protestan –red), Injili dan Pentakosta/Karismatik, terdapat hasil yang mengejutkan. Tingkat pemahaman pendeta dan gembala jemaat dari kalangan Pentakosta/Karismatik terhadap istilah Amanat Agung ternyata lebih tinggi dari pendeta dan gembala jemaat dari kalangan Injili. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan terkait dengan hal ini. Jika responden di kalangan Pentakosta/Karismatik mencapai angka 53,8 persen, di kalangan Injili hanya mencapai 48,1 persen. Sementara dari gereja mainstream hanya mencapai angka 37,1 persen.

Dalam catatan christianitynewsindonesia.com, hasil tersebut sungguh mengejutkan, sebab dari ketiga aliran gereja sebagaimana pembagian oleh BRC, gereja beraliran Injili adalah gereja yang memiliki konsentrasi utama dalam pelaksanaan Amanat Agung selain  keyakinan terhadap otoritas Alkitab yang adalah firman Allah.

Dalam catatan BRC sebagaimana dicantumkan dalam Ringkasan Hasil Temuan Survei Memuridkan dan Amanat Agung, ada 2 hal yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pemahaman responden atas istilah Amanat Agung. Kedua hal tersebut adalah pemahaman teologi yang ditandai dengan pendidikan teologi formal dan juga usia. Untuk responden yang mendapatkan pendidikan teologi cukup, mereka memiliki pemahaman yang cukup baik. Sementara dari sisi usia, responden yang berusia di atas 25 tahun relatif memiliki pemahaman yang lebih baik (Iyo/foto.bud).

You may also like...