Bilangan Research Rilis Hasil Survei Tentang Amanat Agung

Ir, Kresnayana Yahya M.Sc sedang menyampaikan hasil survei

Surabaya,CNICOM – Dengen bertempat di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Residen Sudirman, Surabaya, Bilangan Research Center (BRC) merilis Hasil Survei Nasional dalam acara  yang bertajuk “Temuan Hasil Survei Nasional – Amanat Agung: Sudahkah Memudar? Dalam acara yang digelar Senin (2/12) ini, hasil survei dipaparkan sendiri oleh Ir. Kresnayana Yahya, M.Sc dari BRC dengan penanggap Pdt. Djusianto dari Gereja Kristen Residen Sudirman Surabaya.

Hasil survei yang dirilis tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan oleh BRC dalam kurun waktu Agustus hingga Oktober 2019. Survei ini melibatkan 5.984 responden yang berasal dari 14 kota di Indonesia. Responden tersebut terdiri dari 270 pendeta dan gembala jemaat, 872 majelis, penatua dan pemimpin pelayanan setan 4.163 anggota jemaat. Mereka berasal dari gereja beraliran mainstream (Protestan –red), Injil dan Pentakosta/Karismatik.

Dari sisi gender, 55,1 persen responden adalah perempuan dan sisanya laki-laki. Sementara berdasarkan kelompok usia 25,2 persen berusia 12 hingga 24 tahun, 24,6 persen berusaia 25 hingga 39 tahun, 33,3 persen berusia 40-59 tahun dan sisanya sebanyak 17 persen berusia lebih dari 59 tahun.

Menurut Kresnayana Yahya, survei yang dilakukan ini merupakan survei nasional keempat yang diadakan oleh BRC ini memiliki tujuan utama untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan 3 hal. Hal pertama adalah bagaimana pemahaman pendeta, gembala jemaat, majelis, aktivis pelayanan dan jemaat terhadap amanat agung. Hal kedua, bagaimana respon dan implementasi gereja terhadap panggilan Amanat Agung dan ketiga, motivasi juga tantangan gereja terhadap panggilan Amanat Agung.

Di akhir paparannya, Kresnayana Yahya menyatakan bahwa survei yang digelar ini menghasilkan 7 temuan terkait dengan pemahaman dan pelaksanaan amanat agung. Ketujuh hal tersebut terkait dengan pemahaman dan langkah pendeta, gembala jemaat, majelis, aktivis dan jemaat terhadap Amanat Agung dan pemuridan. Ketujuh hal ini, dalam kesimpulan BRC mengindikasikan hilangnya 7 hal mendasar terkait dengan Amanat Agung.

Menanggapi hasil temuan tersebut, Pdt. Djusianto selaku penanggap menyatakan bahwa Amanat Agung merupakan tugas dari Tuhan Yesus yang harus dilaksanakan oleh gereja. Menurutnya, apapun tantangannya tugas tersebut harus dilakukan. Untuk melakukannya, menurut pendeta senior di lingkungan GKI ini diperlukan kebersandaran pada kuasa Tuhan.         

Dalam pantauan christianitynewsindonesia.com yang turut dalam penyampaian rilis, acara ini dihadiri sekitar 200 orang dari kalangan gereja, lembaga pendidikan Kristen, lembaga pendidikan teologi, lembaga pelayanan Kristiani dan aktivis pelayanan. Tak ketinggalan jemaat GKI Residen Sudirman juga turut hadir dan aktif berinteraksi dalam acara. Selain BRC acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan Gereja Kristen Indonesia (GKI) dan juga Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Jawa Timur. Ketua BAMAG Jatim, Pdt. Dr. M. Sudhidarma juga tampak hadir dan memberikan sambutan di awal acara(Iyo/foto. Bud).

You may also like...